Pengumpan:
Tulisan
Komentar

Menikah adalah keajaiban…

Menikah Adalah Keajaiban

 

 

Saya selalu mengatakan bahwa menikah adalah hal yang sangat kodrati. Dalam bahasa saya, menikah tidak dapat dimatematiskan. Jika suatu saat ada orang yang mengatakan, ?secara materi saya belum siap,? saya akan selalu mengejar dengan pertanyaan yang lain, ?berapa standar kelayakan materi seseorang untuk menikah??

 

Tak ada. Sebenarnya tak ada. Jika kesiapan menikah diukur dengan materi, maka betapa ruginya orang-orang yang papa. Begitu juga dengan kesiapan-kesiapan lain yang bisa diteorikan seperti kesiapan emosi, intelektual, wawasan dan sebagainya. Selalu tak bisa dimatematiskan. Itulah sebabnya saya mengatakan bahwa menikah adalah sesuatu yang sangat kodrati. Lanjut Baca »

Emotional..i

Suatu hari sang guru bertanya kepada murid-muridnya:
“Mengapa ketika seseorang sedang dalam keadaan marah,
ia akan berbicara dengan suara kuat atau berteriak?”

Seorang murid setelah berpikir cukup lama mengangkat
tangan dan menjawab:
“Karena saat seperti itu ia telah kehilangan kesabaran,
karena itu ia lalu berteriak.” Lanjut Baca »

Memahami cinta…

Memahami Cinta

Oleh : Dede Farhan Aulawi

 

Mencintai adalah proses tak terduga

Mencintai adalah sebuah proses alamiah sekaligus anugerah

Mencintai tidak harus diukur dalam satuan waktu

Mencintai adalah sebuah keinginan yang tak selalu beralasan

 

Cinta itu adalah indah

Manakala kita bisa menjalaninya sesuai dengan fitrah

Cinta juga bisa menyesatkan…

Manakala kita tidak bisa mengendalikannya sesuai dengan aturan

 

Hakikat cinta adalah kerelaan…

Rela mengikhlaskan untuk berjalan …

Rela…ikhlas…meskipun bertentangan dengan keinginan

Rela…bahwa sesuatu yang berjalan adalah fakta yang terbaik untuk semua Lanjut Baca »

Kartu As makin irit…. Kasih daaahhhh..

KEUTAMAAN BEBERAPA SURAT DAN AYAT AL QUR’AN
===========================================

1.Surat Al Faatihah

Dari Abi Said Rafi’ bin Al Mu’alla ra. berkata: Rasulullah saw. berkata
kepadaku, “Mahukah aku ajarkan kepadamu surat yang paling agung dalam Al
Qur’an, sebelum kamu keluar dari masjid?” Lalu beliau memegang tanganku, dan
ketika kami hendak keluar aku bertanya, “Ya Rasulullah, engkau berkata bahwa
engkau akan mengajarkanku surat yang palin agung dalam (Al Faatihah), ia
adalah tujuh ayat yang dibaca pada setiap shalat, ia adalah Al Qur’an yang
agung yang diberikan kepadaku.”(Diriwayatkan oleh Imam Bukhari)

2.Surat Al Faatihah dan beberapa ayat terakhir surat Al Baqarah.


Dari Ibnu Abbas ra. berkata: Ketika Jibril a.s. sedang duduk di sisi Nabi
saw. baginda mendengar suara dari atas, lalu beliau mendongakkan kepala dan
bersabda, “Ini adalah pintu langit yang dibuka pada hari ini dan yang dibuka
pada hari ini dan tidak pernah dibuka kecuali hari ini.” Lalu turun malaikat
dari pintu tersebut, kemudian beliau bersabda, “Ini adalah malaikat yang
turun ke bumi dan dia tidak pernah turun kecuali hari ini.” Lalu dia
(malaikat) memberi salam seraya berkata, “Aku membawa berita gembira dengan
dua cahaya yang diturunkan kepada engkau dan tidak pernah diberikan kepada
nabi sebelummu, yaitu: Surat Al Faatihah dan beberapa ayat terakhir Surat Al
Baqarah, tidaklah kamu membaca satu huruf daripadanya kecuali kamu medapat
karunia.” (Diriwayatkan oleh Imam Muslim) Lanjut Baca »

Apa Yang Paling Cepat…….!!!!!

Seorang manager HRD sedang menyaring
pelamar untuk satu lowongan di
kantornya. Setelah membaca seluruh
berkas lamaran yang masuk, dia menemukan
4 orang calon yang cocok. Dia memutuskan
memanggil ke-4 orang itu dan
menanyakan 1 pertanyaan saja. Jawaban
mereka akan menjadi penentu apakah
akan diterima atau tidak.

Harinya tiba dan ke-4 orang itu sudah
duduk rapi di ruangan interview. Si
Manager lalau mengajukan 1 pertanyaan:
setahu Anda, apa yang bergerak
paling cepat?

Kandidat I menjawab, “PIKIRAN. Dia
muncul begitu saja di dalam kepala,
tanpa peringatan, tanpa ancang-ancang.
Tiba-tiba saja dia sudah ada.
Pikiran adalah yang bergerak paling
cepat yang saya tahu”.

“Jawaban yang sangat bagus”, sahut si
Manager. “Kalau menurut Anda?”,
tanyanya ke kandidat II.

“Hm….KEJAPAN MATA! Datangnya tidak
bisa diperkirakan, dan tanpa kita
sadari mata kita sudah berkejap. Kejapan
mata adalah yang bergerak paling
cepat kalau menurut saya”

“Bagus sekali! Dan memang ada ungkapan
‘sekejap mata’ untuk menggambarkan
betapa cepatnya sesuatu terjadi”. Si
manager berpaling ke kandidat III,
yang kelihatan berpikir keras.

“NYALA LAMPU adalah yang tercepat yang
saya ketahui”, jawabnya, “Saya
sering menyalakan saklar di dalam rumah
dan lampu yang di taman depan
langsung saat itu juga menyala”

Si manager terkesan dengan jawaban
kandidat III. “Memang sulit mengalahkan
kecepatan cahaya”, pujinya.

Dilirik oleh sang manager, kandidat IV
menjawab, “Sudah jelas bahwa yang
paling cepat itu adalah DIARE”

“APA???!!!”, seru sang manager yang
terkaget-kaget dengan jawaban yang tak
terduga itu.

“Oh saya bisa menjelaskannya” , kata si
kandidat. “Dua hari lalu kan perut
saya mendadak mules sekali. Cepat-cepat
saya berlari ke toilet. Tapi
sebelum saya sempat BERPIKIR,
MENGEJAPKAN MATA atau MENYALAKAN LAMPU, saya
sudah b***k di celana”

Tentu saja kandidat terakhir yang
diterima….

Kasih..

> Saya adalah ibu tiga orang anak (umur 14, 12, dan 3 tahun) dan baru

saja

> menyelesaikan kuliah saya. Kelas terakhir yang harus saya ambil adalah

> Sosiologi. Sang Dosen sangat inspiratif dengan kualitas yang saya

> harapkan setiap orang memilikinya. Tugas terakhir yang diberikannya

> diberi nama “Tersenyum”. Seluruh siswa diminta untuk pergi ke luar dan

> tersenyum kepada tiga orang dan mendokumentasikan reaksi mereka.

>   Saya adalah seorang yang mudah bersahabat dan selalu tersenyum pada

> setiap orang dan mengatakan “hello”, jadi, saya pikir,tugas ini

> sangatlah mudah. Segera setelah kami menerima tugas tsb, suami saya,

> anak bungsu saya, dan saya pergi ke restoran McDonald’s pada suatu

pagi Lanjut Baca »

Dua orang yang baik, tapi, mengapa perkawinan tidak berakhir bahagia

Ibu saya adalah seorang yang sangat baik,

sejak kecil, saya melihatnya dengan begitu gigih menjaga keutuhan keluarga. Ia selalu bangun dini hari,
memasak bubur yang panas untuk ayah, karena lambung ayah tidak baik, pagi hari hanya bisa makan bubur.
Setelah itu, masih harus memasak sepanci nasi untuk anak-anak, karena anak-anak sedang dalam masa pertumbuhan, perlu makan nasi, dengan begitu
baru tidak akan lapar seharian di sekolah.

Setiap sore, ibu selalu membungkukkan badan menyikat panci, setiap panci di rumah kami bisa dijadikan cermin, tidak ada noda sedikikt pun.
Menjelang malam, dengan giat ibu membersihkan lantai, mengepel seinci demi seinci, lantai di rumah tampak lebih bersih dibanding sisi tempat tidur
orang lain, tiada debu sedikit pun meski berjalan dengan kaki telanjang.

Ibu saya adalah seorang wanita yang sangat rajin.
Namun, di mata ayahku, ia (ibu) bukan pasangan yang baik.Dalam proses pertumbuhan saya, tidak hanya sekali saja ayah selalu menyatakan kesepiannya dalam perkawinan, tidak memahaminya.

Ayah saya adalah seorang laki-laki yang bertanggung jawab.
Ia tidak merokok, tidak minum-minuman keras, serius dalam pekerjaan, setiap hari berangkat kerja tepat waktu, bahkan saat libur juga masih mengatur jadwal sekolah anak-anak, mengatur waktu istrirahat anak-anak, ia adalah seorang ayah yang penuh tanggung jawab, mendorong anak-anak untuk
berpretasi dalam pelajaran. Lanjut Baca »

Matematika..

Berikut Matematika sederhana, latihan
berhitung yang akan mengejutkan anda !

Hanya 30 detik, yang anda harus lakukan
. ikuti semua instruksi, lakukan dan
jawablah semua pertanyaannya.

Jangan lihat kesimpulan akhir sebelum
anda mencoba menjawab hitungan
pertanyaan.

PERTAMA
Rencanakanlah berapa kali anda akan
mengajak keluarga anda, pergi ke tempat
yang mereka sukai dalam satu bulan.

KEDUA
Kalikan angka tersebut dengan dua (2).

KETIGA
Lalu di tambah dengan lima (5).

KEEMPAT
Kemudian. Kalikan dengan lima puluh
(50). Lanjut Baca »

Berdoa

BERDOA..

Di Karangayu, sebuah desa di Kendal, Jawa Tengah, hiduplah seorang ibu

penjual tempe . Tak ada pekerjaan lain yang dapat dia lalukan sebagai

penyambung hidup. Meski demikian, nyaris tak pernah lahir keluhan dari

bibirnya. Ia jalani hidup dengan riang. “Jika tempe ini yang nanti

mengantarku ke surga, kenapa aku harus menyesalinya. ..” demikian dia

selalu memaknai hidupnya.

Suatu pagi, setelah salat subuh, dia pun berkemas. Mengambil keranjang

bambu tempat tempe , dia berjalan ke dapur. Diambilnya tempe-tempe yang Lanjut Baca »

Tulisan Sebelumnya »

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.